Pentingnya Memberikan dan Menerima Nasihat Yang Baik (Sifat-Sifat Terpuji Dalam Mengeluarkan Nasihat)

‘Ibarat itu, tegasnya nasihat seolah-olah adalah makanan yang menjadikan kekuatan untuk badan, untuk hatinya yang mendengar dan membutuhkan. Maka tidak akan ada manfaatnya bagi kita nasihat itu (yang diserupakan dengan makanan), kecuali nasihat yang dibutuhkan oleh kita, yang seperti makanan yang dimakan oleh kita.

Disini akan dijelaskan tentang sifat-sifat terpuji dalam mengeluarkan nasihat.

Nah nasihat tersebut merupakan makanan bagi hatinya mustami’in yang membutuhkan. Maka para mustami’in tidak akan dapat mengambil nasihat, kecuali nasihat yang bisa diterima oleh para mustami’in.

Dimana akan mengeluarkan nasihat harus disesuaikan dengan hatinya mustami’in, seperti memberi makanan juga harus disesuaikan dengan ornag yang diberinya, makanan untuk orang dewasa jangan diberikan kepada bayi, nantinya akibatnya akan buruk. Begitu juga makanan bayi jangan diberikan kepada orang dewasa karena tidak akan mengenyangkan.

Bila kita memberikan nasihat harus sekiranya dapat dimengerti oleh yang mendengarnya, dan nasihat tersebut harus yang bisa diamalkan.

Diantara sesama muslim kita memang diharuskan untuk saling memberikan nasihat. Bila ada teman kita, keluarga atau rekan kerja melakukan kesalahan, maka kita berkewajiban untuk meluruskannya. Dan begitu juga sebaliknya bila kita melakukan hal yang melanggar ketentuan Allah, kadang kita membutuhkan orang lain untuk meluruskannya (menegur).

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus delapan puluh)