Cara Untuk Mengatasi Hawa Nafsu Menurut Islam

Keuntungan nafsu ketika keadaan sedang ma’siyat itu dhohir, sedangkan ketika sedang tho’at samar. Mengobati perkara yang samar itu susah menghilangkannya.

Disini akan dijelaskan tentang mengobati penyakit nafsu dan cara menjauhi dari bahaya. Mengobati nafsu dari kema’siyatan itu jelas (terang), dan gampang menghindarinya. Misalnya orang yang berdiam di dalam kema’siyatan, maka untuk menjauhi kema’siyatan tersebut dia bisa pindah dari tempat itu. Sedangkan nafsu yang merasa enak (nikmat) dalam tho’at, maka hal ini sulit untuk meninggalkannya dan susah menghilangkannya.

Bisa melihat rahasia orang lain (amrun khawariqun lil’adat) itu bisa dihasilkan dengan banyaknya tho’at serta bersungguh-sungguh mengerjakannya. Nah si nafsu terkadang mempunyai tujuan ingin banyak tho’at untuk menghasilkan keuntungan, yaitu bisa melihat rahasia orang lain. Maka dalam keadaan/pekerjaan  tho’at itu sangat susah sekali menjauhi nafsu.

Oleh karena itu di dalam kitab Al Burdah diterangkan bahwa dimana-mana nafsu merasa enak (nyaman) dalam keadaan tho’at, maka kita harus curiga dan khawatir barangkali keadaan tho’atnya bukan karena Allah swt. Cara untuk mengobatinya, untuk menjauhi nafsu dalam keadaan tho’at yaitu harus memperbanyak latihan ma’rifat, serta merobah praktek adab-adaban di hadapan Allah.

Kenikmatan nafsu yang dhohir seperti nikmatnya makan dan minum, enaknya ma’siyat, enaknya melihat dan mendengar yang haram. Nah menjauhi hal seperti ini gampang. Sedangkan kenikmatan nafsu dalam tho’at seperti ingin mendapatkan karomah, ingin memiliki khawariq lil’adat, atau ingin bisa melihat rahasianya orang lain, ingin mendapatkan pangkat menurut orang-orang, nah ini sangat sulit diobatinya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus lima puluh enam)