Mengapa Hati Kita Harus Dikosongkan Dari Mengingat Urusan Dunia

Terkadang datang cahaya kepada kita, lalu cahaya tersebut menemukan bahwa hati kita itu dipenuhi macam-macam gambaran jejak ciptaan Allah swt. Maka cahaya tersebut langsung keluar lagi dari tempat datangnya. Oleh karena itu kita harus mengosongkan hati dari keindahan dunia yang bisa menjadikan kita lupa kepada Allah. Nantinya Allah akan memenuhi hati kita dengan kema’rifatan dan macam-macam asror (rahasia).

Dibawah ini akan dijelaskan tentang tingkahnya cahaya dari Allah, yang tidak ada yang mengetahui kecuali Allah swt.

Cahaya tersebut terkadang datang ke dalam hati, setelah datang ke dalam hati, tidak ada tempat untuk tinggal. Hal ini disebabkan hatinya dipenuhi dengan gambaran tapak/jejak ciptaan Allah, maksudnya hatinya banyak dipakai untuk mengingat-ingat alam dunia. Akhirnya cahaya itu balik lagi, tidak tinggal di dalam hati.

Apabila kita ingin kedatangan cahaya dari Allah, sehingga dhohir kema’rifatan dan asror, maka hati kita harus dikosongkan dari perkara selain Allah swt.

Kesimpulannya adalah bahwa setiap orang yang hidup di alam dunia harus mengosongkan hatinya dari urusan selain Allah, hatinya harus dipakai hanya untuk mengingat Allah. Semua hal yang dilakukan harus karena Allah, dan suatu saat nanti dirinya akan kembali kepada Allah.

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus sembilan puluh tujuh)