Macam-Macam Riya dan Bahaya Riya

Terkadang datang perasaan riya ketika orang-orang tidak melihat kepada kita.

Riya itu merupakan perkara yang sangat sulit untuk menghilangkannya. Riya itu ada yang samar, yaitu perasaan riya yang datang ketika orang lain tidak melihat pekerjaan (amal) yang dilakukan oleh kita.

Perlu diketahui bahwa riya itu ada 3, yaitu:

  1. Seseorang mengerjakan perintah Allah karena ingin dilihat oleh orang lain, ketika tidak ada orang lain yang melihatnya maka dia tidak beramal.
  2. Seseorang yang mengerjakan perintah Allah semata-mata karena ingin mendapatkan pujian, walaupun tidak terlihat oleh orang lain. Nah riya yang seperti ini disebut riya yang samar, jadi walaupun tidak ada orang yang melihatnya dia tetap saja beramal, tetapi ingin mendapatkan pujian. Sehingga dirinya senang dengan adanya pujian, padahal seharusnya beramal melaksanakan perintah Allah harus dengan niat semata-mata melakukan perintah Allah, dan menjalankan keharusan seorang ‘abdi terhadap Allah. Maka pujian dari manusia itu tidak perlu diinginkan.
  3. Mengerjakan perintah Allah dengan mengharapkan ganjaran dari amalnya. Maksudnya ingin mendapatkan ganjaran dan ingin dijauhkan dari siksaan. Nah hal seperti ini menurut ahli ma’rifat termasuk perbuatan riya, sebab amalnya tidak karena Allah (ikhlas), tapi karena ingin ganjaran surga. Tapi menurut umumnya kaum muslimin, perbuatan seperti ini (beramal karena ingin ganjaran surga) adalah termasuk perbuatan ikhlas. Nah riya seperti ini sangat sulit menghilangkannya, sehingga dikatakan oleh ahli ma’rifat  “Aku bersungguh-sungguh berjuang menghilangkan riya di dalam hati, maka dimana-mana hilang riya itu dalam sebuah jalan maka sering datang lagi dengan cepat di jalan yang lain yang tidak di sangka-sangka”

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus lima puluh tujuh)