Dimanakah Allah SWT Berada?

Hikmah dari samarnya Allah, sehingga mata hatinya bisa melihat ada tiga, yaitu:

  1. Allah swt tidak bisa terlihat, sebab sangat dekatnya Dia kepada diri kita. Dengan sangat dekatnya kepada diri kita, itu mewajibkan akan adanya kesamaran. Seperti warna hitam yang ada di mata kita, orang tidak akan bisa melihat yang hitam tersebut dikarenakan saking dekatnya yang hitam itu dengan mata. Sedangkan Allah itu lebih dekat kepada kita dalam segala perkara. Seperti firman Allah: “Walaqad khalaqnal insaana wana’lamu maa tuwaswisu bihi nafsuhu wanahnu aqrabu ilaihi min hablil warid”, Aku yang agung sudah menciptakan manusia, dan Aku tahu terhadap perkara yang diniatkan oleh nafsu. Dan Aku lebih dekat daripada urat yang ada di leher.
  2. Bahwa sebenar-benarnya samar, sehingga Allah tidak terlihat yaitu karena sangat dhohirnya Allah. Misalnya kita tinggal di dalam bumi yang sangat besar, maka kita tidak akan bisa melihat bentuknya bumi.
  3. Allah swt tidak bisa terlihat karena agungnya cahaya Allah. Dengan besarnya cahaya itu, mewajibkan terhadap tidak adanya penglihatan, sebab matanya lemah. Misalnya cahaya matahari di siang hari yang terik, maka mata kita tidak akan mampu melihat bentuknya matahari tersebut.

Nah di dalam hikmah ini bukan bermaksud untuk menyamakan Allah yang wujudnya ‘aqli dengan wujudnya hissi, dan bukan untuk menceritakan dekatnya masafah. Maka tetap wujudnya Allah wujud ‘aqli mukhalafah dan dekatnya dekat ihathah. Dan yang dimaksud dengan hikmah yaitu kita sangat menyatakan dekatnya Allah, serta harus mempunyai adab seperti seharusnya dihadapan Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus enam puluh satu)