Pengertian Cahaya Hati dan Cara Meningkatkannya

Hati itu adalah menjadi tempat kemunculan cahaya, nah terkadang hal ini berhenti. Maksudnya cahayanya itu tidak bertambah-tambah, dan tidak naik tingkat terang nya, yaitu merasa cukup dengan cahaya yang ada.

Nah alasan kenapa cahaya nya itu tidak naik adalah disebabkan tidak adanya guru yang bisa menuntun dirinya, dan melatih dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Seperti merasa cukup dengan cahaya keislaman. Sehingga tidak naik ke cahaya keimanan atau cahaya keihsanan. Atau bisa juga dikarenakan adanya kelemahan dalam cita-citanya, yaitu tidak memiliki keinginan untuk naik ke martabat yang lebih tinggi.

Apabila kita ingin naik dalam cahaya hati, maka kita harus:

  1. Harus memiliki cita-cita yang tinggi (besar)
  2. Harus mendekatkan diri kepada guru-guru yang bisa menasihati dan mengajak untuk tambah mendekatkan diri kepada Allah. Sehingga bertambah keimanannya, dan sampai kepada ihsan.

Berhentinya hati tertutup oleh cahaya yang ada, seperti tertutupnya nafsu dengan macam-macam aghyar yang banyak. Maksudnya dengan banyaknya perkara keindahan yang menawan, menciutkan hati.

Dan yang dimaksud cahaya disini adalah cahaya ma’nawi, yaitu yang ditafsirkan oleh sebagian ulama dengan nikmatnya dan kekuatannya, yang ditemui oleh hatinya orang yang bermaksud ingin mendapat titel mulya. Tegasnya orang yang berjuang maksimal untuk mendapatkan ridha Allah swt, serta ingin mendapatkan pangkat yang mulya. Maka didalam perjalanannya, sering menemukan yang disukainya dan kekuatan, ketabahan dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus lima puluh satu)