Cara Agar Nasihat Kita Dituruti Orang Lain

Disini akan dijelaskan tentang keagungan nasihatnya ahli ma’rifat. Nah ahli ma’rifat itu, yang ucapannya dan diamnya dibarengi dengan rasa bahwa dirinya dikehendaki oleh Allah (dibuat seperti itu), maka di dalam hatinya manteng (tertancap kuat) memperhatikan kekuasaan dan kehendaknya Allah swt. Yaitu Allah sedang menjadikan dia bisa bicara, jadi dimana-mana bermaksud akan memberikan nasihat tentang perkara yang sudah diberikan oleh Allah kepada ahli ma’rifat tersebut, yaitu macam-macam ilmu dan macam-macam kema’rifatan, maka cahaya kema’rifatannya tembus ke dalam hati mustami’in.

Ketika cahaya itu tembus ke dalam hatinya sami’in, maka langsung saat itu juga hatinya menghadap Allah, serta ingin langsung khusyu’ dan khudhu’ dan berniat meningkatkan ketakwaan.

Nah ketika cahayanya sudah tembus ke dalam hatinya sami’in, maka segala nasihat yang diberikan oleh hukama’ akan diterima dan akan menancap di dalam hatinya sami’in.

Dan yang disebut hukama’ yaitu ulama-ulama yang sangat khasyah kepada Allah, seperti yang difirmankan Allah: “Innamaa yakhsallaahu min ‘ibadihil ‘ulamaa u”, tegasnya orang yang paling takut kepada Allah swt yaitu para ulama yang diambil dari sabda rasulullah saw: “puncaknya hikmah itu adalah takut kepada Allah”. Maka orang yang paling ma’rifat kepada Allah yaitu yang paling takut kepada Allah.

Imam Malik mengatakan bahwa tidak semata-mata tapa’ seorang ‘abdi dari dunia serta takwa kepada Allah, kecuali akan bisa berbicara dengan hikmah. Kemudian dirinya juga mengatakan bahwa siapa saja orang yang ingin pintu hatinya dibukakan oleh Allah, maka harus bukti pekerjaannya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus tujuh puluh lima)