Ayat-Ayat Yang Menjelaskan Tentang Hakikat dan Syariat

Dibawah ini akan dijelaskan tentang datangnya ayat yang menunjukan tentang adanya hakikat dan syariat. Setiap manusia oleh Allah diketahui bahwa didalam hatinya semuanya mengharapkan keistimewaan dari Allah, yaitu sifat kesempurnaan yang luar biasa. Maka supaya orang-orang tidak terlalu menginginkannya, Allah swt menurunkan ayat: “Yakhtasshu birahmatihii man yasyaa “, Allah swt sudah menentukan dengan sifat iradatnya, bahwa Dia akan memberikan keutamaannya kepada sebagian orang yang ditentukan oleh Allah.

Maka manusia tidak harus sangat menginginkannya, sebab keinginannya juga tidak ada artinya. Karena kalau ketentuannya tidak akan diberi, ya tetap tidak akan diberi. Dan Allah tahu kalau manusia itu dibiarkan oleh-Nya, pasti akan meninggalkan amal kebaikan. Sebab berpatokan kepada ketentuan zaman dahulu. Mereka beranggapan walaupun beramal juga, kalau sudah ditentukan akan diberi pasti pemberian-Nya akan datang.

Atau walaupun beramal yang bagus, kalau ketentuannya tidak akan diberi, pasti tidak akan datang. Oleh sebab itu Allah menurunkan ayat: “Inna rahmatallaahi qariibun minal muhsiniina”, rahmat Allah, cinta-Nya, dan ijabah-Nya itu akan diberikan serta dekat terhadap orang yang membuat kebaikan.

Jadi bila kita ingin mendapatkan rahmat Allah, maka kita harus berbakti kepada-Nya. Bila kita ingin mendapatkan kebahagiaan dihadapan Allah, jalannya yaitu harus bertakwa kepada Allah. Tapi bagi orang yang sudah bisa takwa jangan merasa ‘ujub dan aman dari makrillah, sehingga merasa marah ketika Allah tidak memberi (merasa diri rajin ibadah).

Allah swt menjelaskan bahwa segala pemberiannya (kesempurnaan yang istimewa) dan yang menjadi amrun khawariqun lil’adat , itu sudah dipastikan dari dahulunya, jadi buka disebabkan amal yang sekarang.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus enam puluh lima)