Inilah Buah dan Hasil Dari Cinta Yang Kuat Kepada Allah

Waridatul ilahiyah atau kuatnya rasa cinta terhadap Allah swt, dimana-mana datang ke dalam hati sering mendatangkan buahnya faidah. Yaitu sering merobohkan macam-macam watak atau karakter yang buruk yang ada di dalam hati, dan sering mendorong untuk menyukai pekerjaan-pekerjaan yang shalih. Selain itu juga sering membersihkan dari segala kotoran hati, dan menghiasi dengan segala pekerjaan yang utama.

Menurut sebagian ulama yang dimaksud buahnya waridatul ilahiyah, yaitu keadaan diri inkisar merasa hina di hadapan Allah, hudhu’, hati tenteram, sering halim, dll.

Bila datang waridatul ilahiyah kepada kita, lalu tidak terlihat buahnya seperti yang barusan, maka kita jangan dulu merasa bangga dan senang. Malahan kita harus curiga, barangkali datangnya dari setan yang biasanya menjadikan keras hati dan takabur.

Maka bagi kita ketika kedatangan warid, harus berusaha untuk menghasilkan buahnya. Yaitu seperti keadaan kita jangan dulu merasa senang dengan adanya hujan atau datang dari mega. Nah ketika hujannya sudah menjadikan pepohonan, kemudian berbuah dan bisa dipanen, barulah kita merasa senang.

Sebab yang dituju dari adanya mega yang gelap (mendung) bukan hanya sekedar datangnya hujan, tetapi hasilnya buah-buahan. Nah dalam hikmah ini diterangkan perumpamaan, sebab barangkali terjadi seperti itu (diatas).

Memang biasanya adanya waridatul ilahiyah langsung dengan buahnya, tegasnya manusia yang hatinya kedatangan cahaya yang mendorong rasa cinta kepada Allah, maka hatinya jadi hudhu’, inkisar, serta khusyu’, intinya memiliki sifat yang bagus-bagus.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus sepuluh)