Pengertian Ilmu Laduni

Hakikat ilmu laduni yang disimpan oleh Allah swt dalam asrarnya ahli ma’rifat, maksudnya sesuatu yang halus di dalam diri yang bersih, itu sering datang dalam tingkah tajallinya ahli ma’rifat, sambil keadaannya kurang jelas. Dan setelah menjaganya ilmu itu, maksudnya setelah difikirkan, maka terbukti ilmu tersebut menjadi jelas.

Allah berfirman: “Maka tatkala membacakan Aku Al Qur’an, maka harus diikuti oleh kalian.”

Allah yang agung yang akan bertanggung jawab untuk menjelaskannya, artinya Allah akan memberi tahu dan menjelaskan tentang Al Qur’an kepada kita.

Ahli ma’rifat ketika sedang tajalli sering kedatangan ilmu laduni, maka di waktu datangnya keadaannya mujmal kurang jelas maknanya, tetapi setelah di ingat-ingat (ditafakuri) dan dihafalkan, serta dibanding-banding dengan ‘alam yang sudah diterima, maka ilmunya jadi jelas.

Jadi sewaktu-waktu Allah swt sering mendatangkan ilmu laduni, tegasnya ilmu lain hasil belajar ahli ma’rifat. Ketika sesuatu yang halus yang ada di dalam diri sedang dalam keadaan bersih hatinya, ketika sedang tidak ta’aluq ke selain Allah swt, dan bersih dari daya upaya, yaitu ketika sedang kedatangan cahaya dari Allah swt, yang langsung merupakan paksaan.

Lalu Allah mendatangkan ilmu yang merupakan penghormatan, karena melaksanakan janjinya Allah, bahwa Dia akan memberikan ilmu dengan tidak belajar. Nah sebagian ‘abdi-Nya yang menjadi pilihan Allah swt mendapatkan ilmu ini.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedua ratus lima