Mengapa Kita Harus Bersyukur Atas Nikmat Dari Allah

Siapa saja orang yang tidak tahu dan tidak mengingat-ingat ukuran kenikmatan yang diberikan oleh Allah kepada orang tersebut, maka Allah swt sering memberi tahu tentang ukuran kenikmatan itu dengan cara menghilangkannya.

Dibawah ini akan dijelaskan tentang kehendak Allah bagi orang yang sering melupakan kenikmatan yang diberikan oleh-Nya, sehingga tidak ingat untuk mensyukurinya.

Allah akan mencabut kenikmatan yang diberikan, sehingga dengan dicabut maka orang-orang jadi ingat tentang adanya kenikmatan. Jadi bagi orang yang tidak ingin kenikmatannya dicabut, harus bisa mensyukuri segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah swt. Kita harus ingat bahwa segala kenikmatan itu adalah berasal dari Allah, dan lisan kita harus banyak mengucapkan pujian kepada-Nya.

Kenikmatan yang diberikan Allah haruslah diolah atau dijalankan di jalan takwa kepada Allah, jangan sampai kenikmatan itu menjadikan kita jauh dari takwa dan lebih dekat dengan ma’siyat.

Orang-orang yang tidak mensyukuri nikmat yang diberikan Allah, maka seolah-olah orang tersebut sudah menghilangkan kenikmatannya. Dan orang yang mensyukuri kenikmatan maka seolah-olah dia telah mengikat kenikmatan itu dengan tali yang kuat.

Kesimpulannya bahwa kenikmatan itu apabila tidak disyukuri maka akan menghilang, sedangkan apabila disyukuri bakal tetap, maksudnya yang sudah ada bakal tetap dan yang belum ada akan datang.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus sembilan puluh satu)