Ahli Ma’rifat Merasa Malu Apabila Meminta Kepada Allah

Disini akan dijelaskan tentang tingkahnya ahli ma’rifat dalam berdoa kepada Allah swt. Terkadang ahli ma’rifat itu merasa malu melaporkan kebutuhannya kepada Allah, lalu meminta kepada-Nya. Yaitu karena ahli ma’rifat itu merasa cukup dengan segala ketentuan dari Allah swt.

Ahli ma’rifat adalah orang yang sudah sampai dalam taqarrubnya kepada Allah swt. Hatinya bergantung kepada Allah dan dipenuhi dengan rasa ma’rifat, serta dibina dengan rasa pasrah terhadap semua ketentuan Allah swt. Sehingga dirinya tidak memiliki daya dan upaya, dan mengetahui bahwa sebenar-benarnya Allah swt sudah menentukan segala urusan yang berkenaan dengan dirinya ahli ma’rifat. Nah dengan demikian ahli ma’rifat itu malu meminta kepada Allah swt, apalagi meminta kepada sesama manusia.

Jadi pekerjaan ahli ma’rifat itu puncak tujuannya adalah menjalankan kejujuran dihadapan Allah swt, yaitu memperbanyak bakti kepada-Nya dan eling.

Sedangkan masalah meminta dalam sewaktu-waktu mereka sering merasa malu, karena mengetahui bahwa Allah swt sudah menentukan akan memberinya. Sehingga bila meminta serasa kurang sopan.

Pernah ada kejadian seorang ahli ma’rifat ditanya kenapa dirinya tidak meminta kepada Allah, kemudian ahli ma’rifat menjawab bahwa dirinya tidak mau disebut oleh Allah swt sebagai orang yang menuding kepada Allah, bahwa Allah tidak akan memberi, padahal Allah itu akan memberi, maka tidak sopan meminta kepada yang akan memberi. Dan apabila yakin Allah tidak akan memberi, lalu dirinya meminta, maka itu juga tidak sopan. Tetapi kalau dirinya pasrah maka Allah akan memperhatikan, dan akan diberi yang sesuai dengan dirinya.

Didalam hadist qudsi diterangkan bahwa sebenar-benarnya orang yang disibukkan ingat kepada Allah, sehingga lupa untuk meminta kepada Allah. Maka oleh Allah swt akan dipentingkan dengan lebih dibandingkan dengan orang yang meminta.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus delapan puluh empat)