Ahli Ma’rifat Itu Hatinya Pasrah Terhadap Segala Ketentuan Allah

Allah swt memberikan banyak petunjuk adab-adaban kepada ahli ma’rifat, dalam meninggalkan berdoa kepada-Nya. Yaitu karena berpatokan terhadap pembagian dari Allah, dan karena disibukkan eling (ingat) kepada-Nya, jadi lupa meminta kepada Allah.

Disini akan dijelaskan pangkat yang paling tinggi bagi manusia yang berdoa kepada Allah. Maksudnya orang yang pangkatnya mulya dihadapan Allah yaitu orang yang hatinya banyak manteng (kuat) kepada Allah, serta jiwa raganya banyak berbakti kepada Allah. Keadaanya pasrah terhadap segala ketentuan Allah, merasa cukup dengan bagian dari Allah. Sehingga ahli ma’rifat ini malu kepada Allah, sebab Allah sudah memastikan tentang kepastiannya (tidak harus dipinta). Serta hatinya dipakai ingat (eling) kepada Allah, jadi lupa untuk meminta.

Ahli ma’rifat itu banyak yang diberi petunjuk, bahwa bagus-bagusnya dan adab-adabannya jangan meminta kepada Allah, sebab hatinya sedang dipenuhi pasrah terhadap penentuan Allah.

Dalil yang menjelaskan tentang pentingnya manusia pasrah kepada Allah yaitu seperti firman Allah: “Wa man yatawakkal ‘alallaahi fahuwa hasbuhu”.

Sedangkan dalil yang menjelaskan pentingnya banyak eling (ingat) kepada Allah daripada minta, yaitu di dalam hadist qudsi: “Man saghalahu dzikrii ‘an mas alati a’thaituhu afdhala maa u’thissaailiina”, siapa saja yang disibukkan ingat kepada-Ku, sehingga lupa meminta-minta kepada-Ku, maka akan diberi oleh-Ku dengan pemberian yang lebih utama yang diberikan kepada yang meminta.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus enam puluh tujuh)