Inilah Sifat Ahli Ma’rifat

Ahli ma’rifat dimana-mana diberikan kebahagiaan, dia lebih takut dibandingkan ketika dia diberi kebingungan (cobaan). Dan tidak bisa mendiami macam-macam patokan adab-adaban ketika waktu bahagia, melainkan hanya sedikit

Penjelasan : Ahli ma’rifat dimana-mana kedatangan atau mendapatkan kebahagiaan (kesenangan), dia merasa sangat khawatir apabila dibandingkan ketika dia mendapatkan kebingungan hati.

Kenapa dia merasa sangat khawatir, karena ketika hatinya sedang bingung maka nafsunya juga ikutan bingung. Sehingga nafsu itu dalam keadaan diam (istirahat), sedangkan diamnya nafsu termasuk kedalam tingkahnya beradab dan jalannya keselamatan.

Apabila hati sedang senang, maka nafsu juga ikutan senang. Maka kesenangannya itu sering mendatangkan keinginan nafsu. Sehingga akhirnya tergelincir ke martabat atau pangkat yang lebih rendah, yang disebabkan oleh sedikitnya adab-adaban yang dilaksanakan ketika waktu senang (bahagia).

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedelapan puluh satu)