Cara untuk mendapat pertolongan dan ketenteraman hati dari Allah

Dimana-mana Allah menjauhkan kita dari makhluk, tegasnya Allah membuat kita tidak ingin mendekati makhluk Allah. Maka ketahuilah bahwa sebenar-benarnya itu mengharapkan membukakan bagi kita terhadap ketenteraman kepada Allah.

Penjelasan : Biasanya kehendak atau pertolongan Allah dimana-mana akan menenteramkan hati ‘abdi-Nya, dengan dzikir kepada Allah, dan akan membuat ‘abdi ma’rifat kepada Allah, maka Allah sering menjauhkan ‘abdi tersebut dari makhluk-Nya, terus sibuk ber khidmah kepada Allah, kemudian Allah memberi ilham kepada ‘abdi tersebut untuk ingat atau eling kepada Allah.

Apabila hatinya ‘abdi sudah dipenuhi cahaya-cahaya dan sudah merasakan nikmatnya musahadah, maka dibalikkan lagi oleh Allah suka kepada manusia/makhluk, karena Allah kasihan kepada sesama manusia.

Jadi orang yang akan didekatkan oleh Allah, maka dijauhkan dulu dia dari sesama manusia, tegasnya tidak ingin menggantungkan ke makhluk, dan makhluk juga tidak bisa menolong. Karena orang yang masih banyak menggantungkan diri ke makhluk, kemudian makhluk itu menolong, sehingga akhirnya tenteram dengan pertolongan makhluk.

Misalnya sebelum Allah swt mendatangkan wahyu kepada Nabi Muhammad saw, beliau diberi ilham untuk senang menyendiri (khalwat), sehingga beliau menjauhi makhluk, lalu diam di gua hiro dalam beberapa tahun. Kemudian Allah swt mendatangkan wahyu ketika Nabi Muhammad jauh dari sesama manusia.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kesembilan puluh delapan)