Manfaat Mengingat Allah Setiap Saat

Bukan orang ahli ma’rifat dimana-mana datang isyarah hatinya manteng (kuat) ke Allah, lebih dekat ke dirinya daripada isyarahnya. Tapi ahli ma’rifat itu orang yang tidak memerlukan isyarah disebabkan fana’ nya orang itu dalam wujudnya, dan tersilap atau tertutup oleh musahadah kepada Allah.

Penjelasan : Perlu diketahui bahwa elingnya (ingatnya) orang ke Allah itu ada 3 :

  • Umumnya orang yang bodoh, yaitu tidak mengerti adanya isyarah, tegasnya pengingat-ingat yang mengharuskan untuk ingat. Nah mereka tidak eling (ingat) dengan datangnya pengingat-ingat, atau sama sekali tidak mengerti terhadap datangnya peringatan.
  • Orang yang mengerti adanya isyarah, manteng (kuat) hatinya ke Allah setelah datangnya isyarah. Nah ini golongan ahli bidayah dari golongan sairiin.
  • Orang yang mengerti tentang isyarah, dan menemukan yang diisyarahkannya yaitu Allah, itu lebih dekat ke dirinya daripada isyarahnya. Nah ini golongan ahli fana’, yaitu yang sudah manteng (kuat) hatinya ke Allah sebelum adanya isyarah. Sehingga tidak membutuhkan datangnya isyarah.

Maka orang yang manteng (kuat) hatinya ke Allah setelah datangnya isyarah tidak termasuk golongan ahli ma’rifat. Pantasnya ahli ma’rifat itu yang manteng (kuat) hatinya sebelum datangnya isyarah, sehingga tidak membutuhkan datangnya isyarah tersebut.

Hatinya tenggelam dalam lautan musahadah ke Allah, sehingga tidak ingat terhadap yang lainnya. Hal lainnya serasa tidak ada, tersilap oleh cahaya musahadah, seperti golongan santri. Sebagian golongan ada yang tidak mengerti terhadap adanya panggilan, atau mengerti tetapi tidak ingin turut, maka itu termasuk golongan santri yang bodoh.

Sebagian lagi ada yang mengerti terhadap adanya panggilan dan langsung melaksanakan panggilan tersebut. Golongan santri yang tidak membutuhkan panggilan tersebut, sebab ketika panggilan itu datang dirinya sedang menghadap melaksanakan panggilan tersebut.

Santri yang melaksanakannya harus dipanggil dulu itu belum termasuk yang jujur, tetapi yang jujur itu adalah ketika ada panggilan dirinya sudah ada dan sedang melaksanakan.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah ketujuh puluh tujuh)