Menjaga Hati Dari Nafsu Yang Merusak

Ketika sedang bahagia (senang) nafsu itu sering mencari keuntungan dari kebahagiaannya itu. Sedangkan ketika sedang mengalami kesulitan (kebingungan), maka nafsu tidak memiliki keuntungan.

Penjelasan : Ketika kita sedang berbahagia (senang) akan sangat sulit menjaga adab-adaban, sehingga tidak bisa melaksanakan adab-adaban tersebut melainkan hanya sedikit. Sebab dalam kebahagiaan itu ada keuntungan buat nafsu, tegasnya nafsu juga ikut bahagia, sehingga akhirnya menyebabkan suul adab.

Sedangkan ketika kita sedang mengalami kesulitan atau kebingungan, maka tidak ada keuntungan untuk nafsu. Sehingga nafsu jadi diam, nah dengan diamnya nafsu ini menjadi jalan untuk keselamatan.

Dan juga kebingungan itu adalah paksaan dari Allah, merupakan haq Allah di kita. Sedangkan kesenangan itu sering diinginkan oleh kita, itu merupakan haq ‘abdi. Padahal haq Allah lebih utama daripada haq ‘abdi.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kedelapan puluh dua)