Ingatlah Kepada Allah Ketika Melihat Ciptaan-Nya

Allah swt sudah memperbolehkan kita untuk melihat perkara yang ada dalam ciptaannya. Allah swt tidak mengizinkan kita untuk diam beserta mukawwanat. Menurut Allah kepada Nabi Muhammad “Ucapkan olehmu Muhammad, wahai orang-orang lihatlah oleh kalian semua dengan penglihatan berfikir, perkara yang ada di langit.” Nah dalam ayat yang barusan Allah membukakan pintu pemahaman dan pengertian untuk menghasilkan dalil tentang wujudnya Allah. Allah swt tidak berkata “undhurussamaawati”, maksudnya Allah tidak mengatakan bahwa kita semua harus melihat langit, yaitu supaya tidak menunjukkan terhadap wujudnya jirim langit.

Maksud firman Allah swt “Qulin dhuruu maa dza fissamaawati”. Di dalam ayat ini Allah swt memerintahkan untuk melihat serta dibarengin dengan berfikir terhadap segala keanehan yang ada di langit. Sehingga dengan berfikir akan mendatangkan dalil tentang wahdaniyat nya Allah dan kekuasaan Allah. Di ayat ini Allah swt memerintahkan untuk melihat segala keindahan yang ada di langit serta memikirkannya, Allah swt tidak memerintahkan keharusan untuk melihat jirimnya langit.

Karena walaupun tidak diberi tahu oleh Allah juga, langit tetap akan terlihat. Tetapi yang harus dilihat itu adalah kejadian adanya langit yang menunjukkan akan adanya Allah, yang mengadakan atau menciptakan langit tersebut.

Jadi Allah memperbolehkan manusia melihat segala keindahan dan kejadian di mukawwanat, serta diteruskan dengan harus melihat terhadap yang menciptakannya. Sebab Allah swt tidak mengizinkan hanya sekedar melihat dzat mukawwanat saja, karena tidak menjadikan kema’rifatan dan terhadap keimanan.

Kesimpulannya ketika kita melihat keindahan alam, maka harus terbersit atau ingat kepada yang menciptakannya (Allah swt)

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus tiga puluh tujuh)