Apakah Doa Yang Akan Dikabulkan Allah

Permohonan ahli ma’rifat itu sering dengan lisanul hal bukan dengan lisanul maqal. Maksudnya mintanya ke Allah dengan memperlihatkan tentang sangat butuh dirinya akan adanya pertolongan (menyatakan diri hina, fakir, serta hanya kepada Allah sajalah melekatkan hati dan bergantung), sambil menyatakan diri tidak ada daya dan upay kecuali dengan pertolongan Allah.

Selain itu menyatakan diri bahwa hanya Allah lah yang kaya dan kuasa dan yang mencukupi segala kebutuhan manusia. Nah doa dengan lisanul hal itu lebih dekat pertolongannya dan lebih buru-buru atau cepat terhadap adanya pemberian dari Allah.

Jadi yang disebut doa bilisanil hal yaitu menyatakan hinanya dan fakirnya diri, serta sangat butuhnya diri di hadapan Allah, sambil manteng terhadap sifat Maha Kayanya Allah dan Maha Kuasanya Allah serta rahman rahim nya Allah.

Berdoa dengan lisanul hal akan cepat diijabahnya (dikabulkan). Seperti kebiasaannya pemberian Allah itu diburu-burukan (dipercepat) kepada orang yang idhtiror. Sehingga Allah berfirman di dalam Al Quran amman yujiibul mudhthorro idzaa da’aa u, Allah itu yang mengabulkan doa orang yang sangat butuh dimana-mana minta ke Allah.

Atau firman-Nya walaqad nashorokumullaahu bibadrin wa antum adzillah, dan yakin bahwa Allah sudah memberi pertolongan ketika perang badar, keadaan manusia dalam keadaan hina. Dengan merasa hina dan tidak ada kekuasaan, itu mewajibkan kepada adanya pertolongan dari Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus dua puluh enam)