Cahaya Keyakinan Akan Membuat Manusia Merasakan Akhirat Lebih Dekat & Keindahan Dunia Yang Sudah Rusak

Apabila bersinar cahaya keyakinan dalam diri kita, maka akhirat itu akan terlihat lebih dekat bila dibandingkan kita menuju langsung ke akhirat. Dan kita akan melihat segala keindahan dunia itu sudah dhohir kerusakannya.

Keyakinan diri, ma’rifat kepada Allah dan terhadap perkara yang dijanjikan oleh Allah, yang diterangkan dalam Al Quran dan Hadist. Maka kalau banyak kema’rifatan itu, sehingga cahayanya bersinar di dalam hatinya, maka akan melihat terhadap keadaan akhirat, akan terasa lebih dekat kepada dirinya dibandingkan dengan berangkat ke akhirat. Selain itu juga akan melihat segala keindahan dunia yang sudah dhohir kerusakannya.

Kenapa akhirat terlihat lebih dekat, karena cahaya keyakinan yang ada di dalam hati hasil ma’rifat itu bakal dhohir macam-macam hakikatnya perkara dengan sebenar-benarnya.

Dimana-mana bercahaya serta bersinar cahaya keyakinan di dalam hati, maka akan dhohir segala kebenaran dan akan rusak segala kebatilan. Maksudnya yang rusak akan terlihat rusaknya, dan yang benar akan terlihat benarnya. Yaitu seperti orang yang sempurna keimanannya kepada Allah, sehingga terasa bahwa akhirat itu lebih dekat seperti dekatnya mata ketika melihat gunung besar didepannya. Gunung itu serasa dekat, padahal kalau dikunjungi atau didatangi tidak akan sampai dalam waktu sehari.

Menurut Rasulullah Muhammad saw bahwa sebenar-benarnya penghormatan dari Allah hasil dari ma’rifat, dimana-mana masuk ke dalam hati sering terasa lega (luas) dan terbuka. Dan cirinya adalah tidak tergoda serta tertarik kepada dunia yang merupakan penipuan. Hidupnya dipusatkan untuk kehidupan yang abadi yaitu kehidupan setelah mati. Maka terlihat syahwatnya lemah dan hilanglah segala pengakuan diri yang buruk. Sehingga akhirnya tidak terbawa oleh nafsu amarah, tetapi selalu buru-buru dalam melakukan kebaikan.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus tiga puluh tiga)