Cara Allah Mengabulkan Setiap Doa Manusia

Sebenar-benarnya Allah menjadikan doa itu sebagai sebab terhadap pemeberian-Nya. Apabila dimana-mana Allah akan meluluskan untuk seorang ‘abdi pemberian-Nya yang sudah ditentukan dari dahulu, maka Allah membukakan terhadap ‘abdi tersebut keinginan untuk berdoa. Jadi apabila ‘abdi itu berdoa, maka akan berhasil perkara yang sudah ditentukan dari dulu itu.

Doa itu seperti dari golongan bangsa adat, yaitu seperti obat-obatan yang menjadi penyebab sembuhnya penyakit. Atau perkawinan menjadi sebab adanya anak.

Oleh karena itu, setiap perkara itu sudah ditentukan oleh sifat irodat-Nya dan sudah tercatat di lauh mahfudz.

Dilakukannya berdoa untuk menunjukkan/mendhohirkan/membuktikan kesulitan dan butuhnya ‘abdi terhadap Allah swt, dan menunjukkan sifat ke’abdian di hadapan Allah, jadi bukan untuk minta suatu perkara yang tidak ada catatannya.

Dimana Allah membuat lisan kita untuk berdoa atau meminta suatu perkara yang ada di dalam hati, atau kita butuh terhadap perkara itu, maka ketahuilah bahwa sebenar-benarnya Allah akan memberikan perkara yang diminta oleh kita tersebut. Oleh karena itu jangan terburu-buru, karena setiap perkara di hadapan Allah ada waktunya.

Dalam berdoa hendaknya kita melakukannya dengan ikhlas, semata-mata hanya mengharapkan ridho dari Allah swt. Allah swt tahu perkara yang terbaik bagi manusia.

  

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kesembilan puluh sembilan)