Allah Akan Menghiasi Jiwa Raga Manusia Dengan Cahaya

Allah sudah menerangi macam-macam dhohirnya maujudat dengan macam-macam cahaya tapak ciptaan-Nya, dan Allah sudah menerangi perkara yang halus yang ada di dalam jiwa, dengan macam-macam cahaya sifat keagungan Allah.

Oleh karena itu cahaya dhohir  yang maujudat itu sering suruf (tenggelam/habis), sedangkan cahaya hati dan macam-macam rahasia itu tidak suruf (tenggelam/habis).

Penjelasan : Disini akan dijelaskan tentang terbenamnya (habisnya) cahaya dhohir dan tidak akan habisnya cahaya batin.

Ciptaan Allah seperti bumi, langit dan lain sebagainya, itu diberi cahaya oleh Allah, tegasnya dihiasi dengan tapak ciptaan juga. Misalnya dihiasinya langit dengan bulan, bintang dan matahari, atau dihiasinya bumi dengan bermacam-macam tanam-tanaman, dan lain-lain. Maka macam-macam keadaan dunia itu dihiasi dengan perhiasan dunia juga. Perhiasan tersebut cahayanya sering tenggelam dan hilang.

Jiwa raga manusia juga dihiasi dengan mata/penglihatan, hidung, telinga dan lain sebagainya. Nah itu semua akan diakhiri dengan hilang dan rusak.

Sedangkan semua hal yang halus yang ada di dalam jiwa raga manusia, dihiasi dengan cahaya-cahaya sifat keagungan Allah dan kesempurnaan-Nya. Cahaya itu seperti datangnya ilmu dan kema’rifatan, atau cahaya iman dan islam, hal tersebut tidak akan ada habisnya. Yaitu cahaya keyakinan yang ada di dalam hati, yang membuahkan bertambahnya amal.

Apabila kuat keyakinannya maka bakal tambah kuat cahayanya, serta akan tambah terasa sangat nikmat ibadahnya. Sehingga sampai ke musahadah ke Allah. Tetapi orang yang sudah merasa enak dalam musahadah kepada Allah, maka sering tertutupi perasaan enaknya beramal.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keseratus satu)