Ukuran Ganjaran Amal itu Berdasarkan Bersihnya Hati

Tidak dianggap sedikit pekerjaan tho’at yang keluar dari hatinya orang yang tapa, tegasnya yang tidak menggantungkan hati ke dunia, serta tidak dianggap banyak pekerjaan tho’at yang keluar dari pekerjaannya orang yang ngotot terhadap dunia.

Penjelasan : sebenarnya ukuran ganjaran ‘amal itu berdasarkan/menurut bersihnya hati orang yang ber’amal. Maka ‘amal yang keluar/dikerjakan oleh orang yang tapa/tidak mengutamakan dunia walaupun sedikit dari penglihatan mata, maka itu sebenarnya sangat besar dan banyak ganjarannya.

Kenapa dianggap banyak karena selamatnya ‘amal dari bahaya yang bisa merusak terhadap diterimanya ‘amal, yaitu selamat dari riya, selamat dari ingin dipuji manusia. Jadi walupun sedikit juga tetapi ganjarannya sempurna.

Sebaliknya ‘amal yang keluar dari orang yang ngotot terhadap dunia itu berbahaya, yang bisa membatalkan ‘amal, merusak keikhlasan, disebabkan kengototannya terhadap dunia itu. Maka akan sedikit yang diterimanya, akan sedikit ganjarannya walaupun banyak ‘amalnya.

2 roka’at sholat yang dilaksanakan oleh ahli tapa (ikhlas, tidak mengutamakan dunia) lebih bagus daripada ribuan roka’at sholat yang dilaksanakan oleh orang yang tidak tapa (tidak ikhlas, ngotot terhadap dunia).

Oleh karena itu ketika ber’amal kita harus ikhlas, serahkan sepenuhnya segala pekerjaan kita hanya kepada Allah, jangan sampai ketika kita ber’amal ada perasaan ingin dipuji oleh makhluk. Karena sudah seharusnyalah kita hidup di dunia ini untuk mencari ridho Allah, jangan sampai dunia ini membuat kita menjadi tidak tho’at terhapa Allah dan melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (Hikmah keempat puluh enam)