Thoma Itu Menimbulkan Kehinaan

Lantaran mengikuti mudah-mudahan, itu sering menimbulkan thoma’, dan dengan adanya thoma’ sering menimbulkan kehinaan dan menjadi ‘abid. Sebenar-benarnya nya kita itu jadi merdeka, tegasnya bebas dari segala tekanan, dari perkara yang diputuskan oleh kita. Kita akan jadi ‘abid dari perkara yang diinginkan dan diharap-harapkan.

Kalau kita berharap-harap satu perkara, maka kita harus melaksanakan yang cape untuk menghasilkan perkara tersebut, tidak menghiraukan panas, gelap, hujan, berjuang ingin berhasil yang diinginkannya. Sehingga kita dibuat repot dengan keinginan kita, maka yakin bahwa kita menjadi ‘abid dari perkara yang diinginkan oleh kita itu. Padahal kalau kita tidak menginginkannya, maka kita tidak akan repot alias merdeka.

Orang yang memutus segala perkara selain Allah, bakal melekat hatinya ke Allah yang menciptakan segala perkara. Sedangkan orang yang melekatkan cita-citanya kepada Allah, maka akan ditaklukkan segala perkara oleh Allah terhadap orang itu. Sehingga akhirnya segala perkara menjadi ‘abidnya orang itu.

Kesimpulannya yaitu hidup kita jangan sampai diperbudak oleh dunia, atau diperbudak oleh keinginan yang menggebu-gebu, sehingga akhirnya kita lalai dari Allah, lalai dari yang menciptakan kita. Seharusnya kitalah yang memegang kendali terhadap dunia, terhadap perkara atau keinginan kita.

Banyak sekali orang yang ambisius terhadap dunia, sehingga akhirnya dia melupakan akhirat. Kita harus yakin bahwa Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, dan buruk menurut kita belum tentu buruk menurut Allah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keenam puluh dua)