Mengapa Kemuliaan Terhalang Oleh Sifat Thoma’

Tingkah yang menghalangi datangnya kemulyaan, tegasnya orang yang ingin pangkat tinggi, tidak akan jadi tingginya dan tetap ada didalam kehinaan. Macam-macam kehinaan itu muncul dari sifat thoma’ , maksudnya melekatkan hati terhadap perkara yang merupakan kepunyaan orang lain, dan melihatnya hati kepada selain Allah.

Kenapa thoma’ jadi pokoknya kehinaan sebab orang yang thoma’ sudah meninggalkan Allah yang gagah perkasa, terus melekat melekat ke ‘abdi yang hina, maka dia akan hina. Meninggalkan Allah yang Maha Pemurah, terus melekat ke ‘abdi yang fakir, maka dia akan jadi fakir.

Dan sudah meninggalkan dengan meninggikan cita-cita menuju Allah yang Maha Kaya dan Maha Pemurah, menurunkan cita-citanya ke yang rendah dan yang buruk. Sedangkan Allah akan memberi rizki kepada ‘abdinya sesuai dengan ukurannya cita-cita.

Maka kalau cita-citanya tinggi, akan ditinggikan, dan kalau cita-citanya rendah maka akan direndahkan. Sedangkan orang thoma’ itu tukang menghina-hinakan diri, maka akan dihinakan oleh Allah.

Kesimpulan yang bisa diambil dari penjelasan diatas adalah kita jangan sampai memiliki sifat thoma’. Kita harus meminta segala hal kepada Allah, jangan sampai menggantungkan diri kepada makhluk. Karena makhluk itu diciptakan oleh Allah, maka sudah seharusnya lah kita menggantungkan diri terhadap yang menciptakan makhluk (Allah swt). Apabila kita berharap dan selalu berdoa kepada Allah, maka Allah pasti akan memenuhi segala kebutuhan kita.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah enam puluh)