Perkara Yang Menjadi Penyebab Sifat Thoma’

Perkara yang menjadi sebab datangnya sifat thoma’ itu macam-macam, tetapi yang sangat kuat adalah adanya wahmun, tegasnya bayangan yang ada di dalam hati yang dibawahnya was was. Dan yang dimaksud disini yaitu perkara yang selain dari yakin, jadi adanya thoma’ itu timbul dari mengikuti sangkaan atau ke was was an, terus dipupuk dengan mudah-mudahan, yakin akan nyata padahal sangat jauh.

Jadi orang yang thoma’ itu dituntun oleh waham, tegasnya dibawa oleh ketidakyakinan. Padahal kalau hatinya dipenuhi dengan keyakinan, lalu ingat terhadap segala janjinya Allah dan ketentuan-Nya, maka hatinya tidak akan guncang, mengikuti ketidakyakinan.

Untuk menjauhi sifat thoma’ ini maka harus ingat bahwa orang yang akan diberi oleh Allah itu tidak akan bisa dihalangi, dan orang yang tidak akan diberi oleh Allah itu tidak akan bisa diperjuangkan. Tidak ada manfaatnya dalam hakikatnya segala perjuangan. Maka beribu-ribu penghalang, beribu-ribu dukungan tidak ada pengaruhnya dihadapan Allah. Firman Allah swt “lan yusiibanaa illaa maa kataballaahu lanaa”, tidak akan datang segala kejadian melainkan seperti yang sudah dituliskan Allah, tegasnya yang sudah ditentukan oleh sifat irodatnya Allah dan diketahui oleh sifat ‘ilmunya Allah yang tercatat di lauh mahfud

Oleh karena itu kita harus menjauhi sifat thoma’ ini, karena sangat buruk sekali buat kita. Kita harus yakin kepada Allah dan terhadap segala ketentuan-Nya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keenam puluh satu)