Apa yang dimaksud ma’rifat kepada Allah

Pada hikmah yang ini akan dijelaskan satu jalan dari ma’rifat yang mudah-mudahan orang bisa semangat, dan bisa ma’rifat dengan penjelasan ini. Ma’rifat kepada Allah itu bisa jadi dari mantengnya (kuatnya) hati kepada Allah yang menciptakan makhluk disebabkan melihat makhluk. Artinya dengan mengetahui bahwa seluruh ‘alam diadakan (diciptakan) oleh Allah, maka adanya ‘alam itu menjadi dalil terhadap adanya Allah.

Maka dimana-mana melihat makhluk, langsung mata hatinya melihat kholiq. Sehingga tidak ada yang dilihat oleh mata hatinya selain dari terlihatnya yang membuatnya (menciptakannya).

Sedangkan melihatnya mata itu terus-terusan, maka terus hatinya manteng kepada Allah swt yang menciptakannya. Nah keadaan ini seolah-olah kegelapan yang diserupakan dengan mega yang membuat gelap cahaya matahari. Bisa terlihatnya perkara ciptaan Allah dengan dhohir nya Allah dalam perkara tersebut. Kalau tidak ada Allah maka tidak akan ada ciptaannya.

Apabila kita melihat ciptaan Allah sekaligus dengan mata hati. Maka siapa saja yang melihat macam-macam perkara ciptaan Allah, lalu tidak dapat mata hatinya ke Allah dalam perkara tersebut, atau dekat dengan perkara itu, atau sebelum perkara itu, tegasnya sekarang sedang di kersakeun (diperbolehkan) oleh Allah pada sebelumnya, sedang dikersakeun (diperbolehkan) oleh Allah, maka tidak ada artinya wujudnya perkara tersebut, maka tertutup ma’rifat, yang diserupakan matahari dengan keindahan ‘alam ciptaan Allah yang diserupakan dengan mega.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah keempat belas)