Apakah Cahaya Yang Sering Datang Ke Dalam Hati Menurut Islam

Cahaya yang sering didatangkan kedalam hati itu merupakan teman tentaranya hati. Yaitu seperti gelapnya ghoflah, sijnul wujud merupakan teman tentaranya nafsu. Apabila Allah hendak menolong seorang ‘abdi, maka Allah mengiringkan ke orang itu terhadap pasukan tentaranya cahaya. Tegasnya Allah mendatangkan macam-macam cahaya yang jadi kawan tentaranya hati, dan memutus Allah swt dari ‘abdi itu gelapnya ghoflah.

Penjelasan : sebenarnya bahwa hati dengan nafsu itu terus-terusan berperang. Kalau hati kawan tentaranya yaitu macam-macam cahaya, sedangkan nafsu kawan tentaranya yaitu macam-macam gelapnya ghoflah.

Apabila Allah akan menolong seorang ‘abdi sering mendatangkan macam-macam cahaya yang jadi kawan tentaranya hati. Dan menghalangi dari datangnya kegelapan yang menjadi kawan tentaranya nafsu. Sehingga dengan turunnya cahaya, ‘abdinya Allah sampai kepada tujuan dengan selamat.

Hati dan nafsu ada di dalam jiwa raga manusia yang tidak ada yang tahu kecuali Allah swt. yang menjadikan hidupnya manusia dinamakan ruh, seperti firman Allah yasaluunaka ‘anirruuhi qurruuhu min amri robbii…….. yang artinya orang-orang bertanya kepadamu tentang ruh, maka katakanlah kepada mereka bahwa ruh itu urusan Allah”. Tegasnya sesuatu yang halus yang ditetapkan di jiwa raga yang tidak ada yang tahu kecuali Allah swt.

Nah sesuatu yang halus itu ketika menjadi gelap oleh macam-macam kemaksiyatan. Syahwat dan aib, itu sering disebut nafsu. Dimana bisa mengendalikan hal tersebut seperti mengendalikan unta, sehingga bisa mengetahui yang haq dan batal, maka sering disebut ‘akal. Dimana yang halus itu robah, ada ghoflah, ada ingat, serta sering kedatangan cahaya yang membawa keselamatan, itu disebut hati (qolbu).

Dimana tenang, tegasnya tumaninah dan berhenti dari capenya sifat kemanusiaan, maka itu sering disebutkan ruh, dan dari jihat yang halus ghoib, tidak terlihat oleh manusia, itu sering disebutkan sirrun , sebab jadi rahasia dari macam-macam rahasia Allah.

Nah dimana-mana Allah akan menyelamatkan seorang ‘abdinya, maka si ‘abdi itu sering mengikuti cahaya hatinya yang membawa keselamatan. Dan Allah sering menghalangi dari kegelapan nafsu.

Sebaliknya dimana Allah akan menghinakan seseorang, maka akan mendatangkan kepada kegelapan maksiyat dan syahwat nafsu, dan menutupi dari cahayanya hati, maka akan terjerumus kedalam siksaan-Nya.

Jadi sebenarnya nafsu, ‘akal, qolbu, ruh, sirrun itu adalah macam-macam nama terhadap perkara yang satu, yaitu sesuatu yang halus yang disimpan didalam jiwa raga. Dan bedanya nama itu tergantung dari bedanya tingkah.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari (hikmah kelima puluh enam)