Menjauh Dari Memikirkan Urusan Dunia

Dalam hikmah yang keempat ini akan dijelaskan kelanjutan dari hikmah yang ketiga. Kita harus meredakan nafsu dari berfikir urusan dunia, sebab perkara yang bukan tanggung jawab kita, kita jangan ikut campur terhadap perkara itu, untuk kepentingan kita.

Dengan tingginya cita-cita dan tariknya fikiran tidak akan bisa merubah penentuan Allah, maka tidak perlu menghabiskan fikiran dan meninggikan cita-cita untuk menghasilkan urusan dunia, yang bisa melupakan kepada Allah dan membuat cape otak, sebab sudah menjadi tanggung jawab Allah. Jadi perkara yang sudah menjadi tanggung jawab Allah, kita jangan ikut campur, yaitu seperti santri yang dicukupi oleh orang tuanya, maka tidak perlu dia mencari uang, karena kalau demikian bisa lupa ngaji.

Maka orang yang diberi tugas oleh Allah untuk berbakti kepada Allah dan rizkinya sudah menjadi tanggung jawab Allah, maka tidak perlu mencari-cari dan yang membuat cape, yang bisa melupakan tugas yaitu berbakti kepada Allah.

Pertama dengan memikirkannya akan membuat cape, dan capenya tidak ada ganjarannya. Sedangkan berusaha untuk menghasilkan fadhol Allah itu diperintahkan, maka dalam usahanya itu semata-mata menjalankan perintah Allah serta niat ibadah karena ingin di ridhoi Allah. Adapun hasilnya harus tawakal kepada Allah yang menentukannya.

 

Diambil dari kitab Al Hikam karangan Assyeikh al Imam Ibni ‘Athoillah Assukandari